Segelas Kopi Americano Sebelum Kapalnya Karam
Aku suka Kopi. Apalagi jika di tambahkan dengan sedikit gula dan es batu yang menjadikannya dingin, kata barista yang sering kutemui, "Namanya Americano, Bukan kopi asli tetapi rasanya masih jujur dengan karakteristiknya" . Kalimat itu selalu menempel di kepala, seolah mengingatkanku bahwa hal-hal yang jujur tidak selalu harus murni. Akhir - akhir ini, kriteria Americano dengan takaran Double Shoot, Less Sugar, ukuran Large sedang menjadi favo ritku. Biasanya aku memesan setelah bertanya pada diri sendiri, “Lambungku hari ini aman nggak, ya?”, semacam ritual kecil sebelum kembali menyelam ke hari yang riuh. C ocok untuk doppingan keseharian yang penuh dengan hiruk pikuk Ciputat. Terlalu ribut, terlalu penuh, terlalu cepat. Tiap tegukan bukan sekadar kafein, tapi semacam alarm halus bahwa hari ini harus tetap dijalani. Mungkin ini caraku bertahan. Mungkin ini bentuk lain dari merawat kewarasan. segelas ko...