Berani Bertindak atau Berani Diinjak?
Di sebuah meja yang sama, terdapat tiga kepala yang sedang duduk dengan mimpi yang dipaksa searah. Masing masing memiliki nama, mereka adalah warna. Mereka bukan warna primer dan tidak bisa berdiri sendiri. Namun, mereka tercatat dalam sebuah sejarah kecil peradaban. Tercipta dari kumpulan percampuran warna yang tak selalu selaras. Mereka adalah Dongker, Magenta, dan Abu. Karakteristik mereka benar-benar berkebalikan. Namun justru di situlah letak ciri khasnya. Dongker hadir seperti kedalaman yang tenang, dan menyimpan banyak rahasia. namun sering kali berubah menjadi gelap yang menelan cahaya. Ia percaya dirinya adalah sebuah kompas, meski tak jarang lupa bahwa kompas juga butuh peta. Dongker mulai berani dan percaya diri, maka ia berdiri paling depan dengan suara paling lantang, ia rasa langkahnya paling benar seperti kompas dunia hanya menunjuk ke arahnya. Mungkin, itu adalah bentuk kepercayaan diri yang tiada habisnya karena menimbun ribuan pujian...